kepada setiap bunga kau katakan
"aku kumbang lajang.."sementara dalam temaram senja yang indah, anak dan istrimu menunggumu di serambi rumah
dan kau kumbang jantan, menghardik setiap teguran atas identitasmu yang sebenarnya
"sstt..ini selingan hidup"
kemudian kau terbang kesana kemari menghampiri setiap bunga-bunga yang bermekaran, dan menikmati
kumbang jantan yang tidak lajang, sembunyikan identitas diri demi kesenangan
dalam kitaran kesenangan, kau taburkan lara kepada hati yang tak tahu, namun itu bukan masalah katamu, selama tidak tahu tetap berlaku
dan kau bentuk ketidak tahuan itu dengan sikap yang apaadanya, agar terlihat apanya kau bungkus dengan : keharmonisan, kerohanian, canda dan tawa
pembungkus-pembungkus yang klise, dan kau pikir mereka tidak tahu sehingga tetap kau teruskan aktifitasmu
betapa kau rendahkan arti sebuah cinta suci yang ditaburkan di atas ketulusan, kau nodai untuk sebuah kesenangan.
kumbang jantan masih tetap kesana kemari dan mengira mereka tidak tahu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar