Pulanglah, selagi hari masih senja
Agar kaupun bisa menikmati sisa mentari yang hendak tenggelam
Dan rasakan betapa jingga di antara keremangan itu indah
Pulanglah dan jangan tahan kakimu
Untuk kembali ke rumah
Saat jenuh telah membuncah dan membutakan pikiranmu
Dan jari jemari penuh dengan kepalan geram
Biarlah kau hentakkan itu semua di dalam hening rumah
Pulang lah dan jangan terlambat
Sisihkan kupingmu untuk masih menikmati adzan magrib dari surau dekat rumah kita
Dan biarkan nada itu mengalir dalam relung jiwamu
Hantarkan engkau untuk hening
Pulanglah segera
Karena ada hati yang selalu setia menantimu di depan pintu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar