Tertatih dalam derak langkah yang tak kunjung berujung, dalam sengat yang meleleh, melebur jiwa. Sementara terik tak kunjung reda untuk menyinar, membawa kegersangan dalam langkah yang panjang. Sahara demikan hebat mengikat, hingga tiada tetes yang mampu sembuhkan dahaga. Peluh dan air mata sebagai pengganti tetes air air yang tak mungkin di dapat dalam sahara
Lihatlah, panas dan gersang, yang tak mungkin surut dalam hujan sehari, mungkin seluruh lautan yang tertumpah baru mampu memberikan arti kesejukan. Apa yang bisa kau dapatkan dalam perjalananmu di sahara?
Tak akan ada yang mampu bertahan, dalam hisapan sengatnya. Sementara aku tetap tertatih berjalan, untuk mengakhiri tepi yang tak berujung. Pesona memerah dan membakar, pemandangan sehari-hari di setiap langkah yang terseret
Adakah berlebih jika berharap terhadang lembah yang berumput hijau dengan mata airnya yang tenang? Atau tidak layakkah aku menikmati arti sebuah teduh di dalam hidup ?
Kembali aku disadarkan, aku masih berjalan di dalam sahara..yang tak tau dimana kan berujung..Tuhan jika aku berkahir dlam hidup, biarlah karena Engkau yang memanggil, bukan karena terbakarku di sahara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar