Minggu, 22 Agustus 2010

sketsa malam

dan malampun mengendong bulan,

yang bergelayut manja di antara bintang2...

sementara itu mendung enggan untuk menyelimuti....

malam eratkan hati dalam wening untuk sadari arti diri.....


Malam senantiasa nampak tua, karena pawana lalu lalang di tengah kebekuan angin selatan. Di manakah kabut, sehingga kita tak nampak dingin, meski berdiri menyamping rumah penuh onak?

kelam tergugu akan perdu yg menunduk sendu..

tanyakan siapakah yg dapat membendung badai

dan ciptakan kembali desau..?

agar onak tak berpihak kepada jalan setapak..


(by : Nia dan Handry Tm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar