biar tubuh ini meleleh
dalam degup jantung kota
mengkais-kais akan segenggam materi
demi anakku
mungkin hanya serupiah yang kudapat..
namun itu lewat peluh..yang terperas dari tangan dan kaki
menapaki setiap ruas-ruas yang berat dan tajam
terkadang leleh itu bukan keringat lagi
namun juga darah
aku tidak menyesal..
demi anakku tetap hidup..aku tidak menyesal
bukankah demikan seorang ibu bagi anakknya?
darah dan peluh adalah bagian dari kehidupannya?
kembali tenggelam dalam sibuk diri
lelah..
lara..
tak dirasa
satu ukiran dalam mata
senyum bocah kecilku yang selalu memanggilku "mama"..
::nia040910::
Tidak ada komentar:
Posting Komentar