Minggu, 22 Agustus 2010

bayiku

Tangis kecilmu menyadarkanku……
Untuk segera berikan air susu…
Kau lapar rupanya…
Kudekap erat tubuhmu dalam kehangatan dadaku
Dan kugantikan tangismu dengan kepuasan

Kupandangi kau bayiku….
Suci…..
“Alhamdullilah”…terucap dari mulutku
Syukur megalir dari batinku

Melihatmu aku tegar..
Tak peduli suara-suara sumbang di luar
“anak harammm….”
“anak jadah….”
“anak laknat..”

Duh Gusti Allah…..
Kalau bayi ini haram..untuk apa Kau biarkan dia ada?
Dia tumbuh dalam rahimku?
Dia terlahir di dunia?
Kenapa tidak Kau musnahkan ketika dia bakal bayi?

Haram………jadah…laknat….
Karena terlahir tanpa identitas seorang bapak?
Karena sebuah akta yang tak lengkap?
Karena budaya..?
Karena pendapat orang?

Aku hanya dapat besyukur….
Karena keadilan Mu tidak sama dengan keadilan dunia..
KasihMu tidak sama dengan kasih dunia
Maka layaklah Engkau disebut Gusti Allah

Kembali kupandangi bayiku yg terlelap
Gusti Allah…Kaupun ciptakan dia dalam rahimku
Kaupun mencintainya…mengasihinya….
Kaupun anggap dia layak untuk hidup
Dan Kau menyebutnya "bayi suci"
Biarlah sumbang suara dunia tentang dia
Aku hanya pasrah kepada Mu
Allahu Akbar…………….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar